Showing posts with label MoTiVaSi. Show all posts
Showing posts with label MoTiVaSi. Show all posts

:: DuHai HaTi.... ::

Seringkali hati bertanya sesuatu yang tidak mampu dijawab oleh akal. Hati seringkali berkata tidak tanpa akal yang mengiringi. Langkah yang tidak seiring itu menjerumus kepada hati memberontak, maka pujuklah hatimu. Bagaimana memujuk hati? Mengapa memujuk? Bila harus memujuk?. Persoalan itu akan terjawab bila kita tahu, Ke mana hati merajuk? Kenapa hati merajuk? Apakah kehendak hati yang merajuk?. Terimalah lakaran hatiku, Pujuklah Hatimu.

Terkadang kita membiarkan hati pergi, pergi menjauh ke tepi muara. Ku pujuk hati, ku merayu. "mari dan mendekat padaku wahai hati, ke pangkuanku". Hati terus menjauh. Lantas ku pujuk hati dan ku katakan padanya "Setiap sesuatu itu telah ditentukan, sabar wahai hati". Hati lalu mendekat, suaranya sudah tidak lagi kedengaran hanya air mata menterjemah segala laku. Lalu hati berkata, "kenapa semua ini terjadi?". Namun tiada lagi kata bisa ku ucap, "maafkanku wahai hati".

Kehidupan adalah suatu ujian yang Allah SWT telah petakan sepanjang perjalanan manusia. Kerana Allah tidak menjanjikan hidup penuh dengan keseronokan tanpa rintangan. Sepanjang perjalanan ini, apa yang kita ada, apa yang kita perolehi adalah nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kebanyakannya datang daripada rasa kecewa dan kesukaran yang pernah kita alami. Hadirnya tatkala ada merupakan elemen "Rahim" Allah yang dititipkan buat kita. Itulah kebahagian disebalik ujian yang dikurniakan. Insyaallah dengan berkat doa akan Rahmah Allah hadapi ia dengan kuat dan tabah walaupun perit.

"Ya Allah, hati ini telah lama berkarat, penuh dosa dan maksiat, Kurniakanlah kami hati yang baru yang Engkau beri padanya rahmat, Agar hati itu sentiasa berkilat, moga hati yang baru itu sentiasa sihat, dan moga hidup kami menjadi berkat."

Aku Rindu Saat BersamaMU...Wahai PenciptaKU...Izinkanlah Aku Ya Allah..Berilah Kekuatan Untuk Aku Mengulangi Kenangan BersamaMU...Saat Yang Paling Bahagia Dalam Hidupku...Manisnya ImanMU...

:: SyaiR uTk SuaMi & iSTeRi ::

UNTUK SUAMI
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)

Pernikahan atau perkawinan,

Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...
Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ...
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, ber-hati²lah meluruskannya ...
Pernikahan ataupun perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ... Amiiin

UNTUK ISTRI
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)

Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,

Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad, Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Isa atau Ayub,
Atau pun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh ...
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah ... Amin

:: PeNaT??? ::

Manusia manakah yang tidak pernah merasa penat? Sekiranya ada yang tidak pernah terasa penat, kemungkinan besar dia bukan manusia. Saya berani menyatakan demikian kerana manusia memang telah disifatkan oleh Allah yang Maha Pencipta dengan sifat penat, semenjak daripada kejadian manusia yang pertama.

“sesungguhnya kami telah jadikan manusia dalam kepenatan” (al-Balad;4) Dalam sesetengah terjemahan, “kabad” di terjemahkan sebagai menghadapi kesulitan dan kesukaran (jasmani dan rohaninya).

Benarlah janji Allah.

Manusia kepenatan dalam apa sahaja yang mereka lakukan. Pernah dengar ada orang yang penat makan, penat tidur, penat bermain, penat berhibur, penat bekerja dan lain-lain aktiviti yang akhirnya menjadikan seseorang itu penat. Adakah satu aktiviti yang tidak menjadikan sesorang itu penat? Walau seminat mana pun seseorang itu dengan sesuatu aktiviti, dia akan tetap penat. Dia akan perlukan rehat, perlu berhenti daripada aktiviti itu dan memulakan sesuatu aktiviti lain. Cuma satu jalan keluar daripada kepenatan. Mati. Itupun kalau kematian itu kematian yang baik. Jika tidak, akan lebih penatlah lagi.

Persoalannya, apakah yang memenatkan anda? Berbaloikah kepenatan itu? Ke manakah kepenatan itu akan membawa anda?

Berpenatlah dalam perkara yang menjanjikan keamanan di alam yang kekal. Tujuilah kerehatan yang abadi!

:: Ya ALLAH...JanGan TinGGaLKaN aKu ::

Bismillahirrahmanirrahim..

“Ya Allah! aku hanya hambaMu yang kerdil lagi hina. Aku tidak bisa berbuat apapun kecuali mengharap hanya kepadaMu. Jika aku menangis, bukan kerana aku tidak redha dengan takdir dan ketentuanMu, bukan kerana aku terluka dengan ujianMu, bukan juga kerana aku berkecil hati denganMu. Sedang aku hanya seorang hambaMu yang lemah. Yang tidak punya apapun selain tangisan dan air mata, yang menemani setiap duka dan sakitku. Ku persembahkan air mata ini kerana cintaku kepadaMu ya Allah!"

"Ya Allah! Tangis ini adalah pengubat dukaku. Air mata ini adalah teman yang paling memahami akan diriku. Aku hanyalah seorang hamba yang lelah dalam perjalananku ini. Aku sangat penat ya Allah, penat memujuk hatiku. Penat untuk menangisi segalanya daripadaMu. Ampunkanlah aku ya Allah jika aku tidak beradab denganMu. Jika aku ini hambaMu yang tidak tahu berbudi dan tidak pandai bersyukur padaMu."

"Ya Allah, jadikanlah kesusahan dan ujian ini sebagai tarbiyah untuk aku lebih akrab denganMu, lebih mengharap padaMu dan lebih memerlukanMu pada segenap waktu dan ketika. Janganlah derita dan kesakitan ini membuatkan aku jauh daripadaMu."

"Aku redha ya Allah dengan tadirMu ini. Aku terima dugaan ini dengan sepenuh jiwa dan ragaku! Aku tidak pernah bersangka buruk padaMu, apatah lagi merungut-rungut akan jalan yang Kau bentangkan untukku. Jika di dunia ini terlalu banyak tangisan untukku, andai di dunia ini begitu banyak derita buatku, andai di dunia ini tiada bahagian untukku, Kau gantilah segalanya itu dengan keindahan syurgaMu di sana."

"Ya Allah..Aku tahu, Engkau tak pernah lupa padaku, maka jangan jadikan aku lupa padaMU."

"Ya Allah, aku ingin selalu bersamaMu. Selalu mengingatiMu. Aku rindu bertemu denganMu. Hamba redha ya Allah." jangan tinggalkan aku ya Allah..aku rindu saat bersama-sama dengan MU Ya Allah...aku rindu masa bertemu denganMu Ya Allah..aku rindu untuk bercerita denganMu Ya Allah..aku rindu untuk berkongsi suka duka ku Ya Allah...izinkan aku mencintai DiriMu Ya Allah...walaupun ku tahu aku tak layak....ampuni dosa-dosaku Ya Allah...terimalah diriku di sisi Mu...Ya ALLAH...Yang Maha Mengetahui Segala-galanya...

:: WorDLeSS 4 FriDaY ::


‎"Saya minta kepada Allah setangkai bunga yang segar,
DIA bagi saya kaktus berduri...

Saya minta kupu-kupu yang cantik, diberi ulat berbulu...

Saya sedih & kecewa...

Namun kemudiannya, kaktus itu berbunga, indah sekali...
dan ulat itupun bertukar menjadi kupu-kupu yang cantik...

Itulah jalan Allah...

Indah pada masanya...

Allah tidak memberi apa yang kita harapkan
tapi DIA beri apa yang kita perlukan...

kadang2 kita sedih, kecewa, terluka....
tapi jauh diatas segalanya DIA sedang mengaturkan
yang terbaik dalam kehidupan kita..."

Sesungguhnya DIA MAHA MENGETAHUI sedangkan kita tidak...

:: SeTeGuH MaNa HaTi iNi ::

Kemanisan Iman dapat dirasai bila sepenuhnya cinta adalah untuk-Nya,

Kemanisan Iman itu dirasai bila adanya sifat tawaduk dalam diri.

Adakah aku layak untuk merasai satu kemanisan Iman yang dijanjikan Allah untuk hamba-Nya?

Aku merasakan masih banyak dosa yang sudah aku lakukan,

Seringkali terlupa akan setiap pemberian-Nya,

Mula mencari cinta-Nya apabila dilanda musibah,

Masihkah ada ruang untukku mencari keredhaan-Nya?

Masih terbukakah pintu-Nya untukku?

Adakah aku telah terlambat untuk merebut cinta-Nya?

Aku tahu Imanku hanya setebal kulit bawang,

Jika digugat, pastinya terkoyak,

Jika dipelihara, pastinya akan bertambah tebal,

Bagaimana untukku pelihara harta ini?

Agar terus terpelihara,

Dari noda dan dosa yang menghancurinya,

Aku tahu bahawa kadang-kadang Iman kita menjadi kuat,

Mampu menangkis serangan syaitan laknatullah,

Aku tahu bahawa kadang-kadang Iman kita menjadi lemah,

Kalah dengan permainan iblis terkutuk,

Mula melupakan cinta pada Allah Azza Wajalla.

Iman ini merupkan pintu untuk pembentukan jati diri seorang insan,

Seorang insan yang hebat mempunyai Iman yang kental,

Tidak mudah tunduk dengan permainan hidup,

Seorang insan yang mempunyai Iman yang lemah,

Akan segera tunduk dengan permainan hidup,

Terus menyerahkan nasibnya tanpa terus berusaha,

Menganggap dirinya hina dan tidak mampu untuk berjuang.

Wahai semuanya,

Kemanisan Iman itu sentiasa ada untuk dirimu,

Terserah kepada kita untuk mencarinya,

Atau...

Melepaskan ia pergi.

:: MenCaRi TiTiK PerMuLaaN ::

Alhamdulillah, dengan izin-Nya jua saya masih dapat bernafas. Dengan kasih sayang-Nya jua seluruh makhluk di muka bumi masih terus bertasbih kepada-Nya.

Di sini ingin saya kongsikan serba sedikit tentang pandangan saya berkenaan pencarian titik permulaan... yang akhirnya membawa kepada titik perubahan dengan izin-Nya. Insya-Allah.

Pernahkah sahabat-sahabat mendengar cerita tentang pemotong kayu dengan kapaknya? Bagi yang tidak mengetahuinya, suka untuk saya ringkaskan cerita tersebut.

Seorang pemotong kayu setia dengan tugasnya memotong kayu saban hari. Setiap hari hasil kayu yang dipotong meningkat dengan bilangan hari. Barangkali kejayaan ini berpunca dari pengalaman yang bertambah seiring usia.

Namun, pada suatu hari, si pemotong kayu mendapati dia memerlukan lebih masa untuk mendapatkan hasil potongan kayu yang sama. Dicubanya juga untuk terus memotong, namun, hasilnya hampa. Cuma penat dan peluh yang membasahi bajunya.

Akhirnya, dia duduk termenung.. bila difikirkan kembali, bukan isu pengalaman yang menjadi punca kegagalan dia mendapat hasil kayu yang banyak, tetapi kegagalan dia untuk berhenti dan berfikir menjadi penghalangnya untuk berjaya... iaitu kapak yang semakin tumpul.

Ya, berfikir untuk mencari titik permulaan yang membawa perubahan besar.

Mencari punca

Pada pendapat saya, kadang-kala kita sering terlupa isu kecil yang berlaku di sekeliling kita boleh menjadi faktor penghalang kejayaan kita.

Seperti cerita di atas, kegagalan untuk mengasah kapak menjadi punca si tukang kayu kurang penghasilannya. Bagaimana pula dengan kita? Sudahkah diasah nilai kecil yang mungkin signifikan buat kita?

Ingin saya memberi contoh dengan melihat kepada aspek kebahagian hidup. Berapa ramai antara kita yang mencari bahagia? Saya yakin pasti jawapannya ramai, tetapi, pernahkah kita menilai apakah aspek dalam diri kita yang menghalang kita dari bahagia?

Teringat saya pada tazkirah yang diberi oleh Prof. Muhaya di radio IKIM:

"Bahagialah dari dalam dan hasilnya akan terlihat di luar. Bahagialah dengan Allah. Jangan mencari bahagia dari luar."

Jelas di sini, dengan menjadikan material sebagai ukuran bahagia menjadikan kita manusia yang tidak pernah puas, lantas tidak bahagia. Duit, pangkat, harta, kecantikan... semuanya fitrah manusia. Kadangkala, perkara ini menjadi keperluan dan kebanyakan dari kita meletakkannya sebagai kehendak.

D + U + I + T

Doa, usaha, ikhtiar dan tawakal... itu penutupnya. Moga Allah redha dengan titik permulaan yang kita pilih. Moga diberi petunjuk terbaik buat kita semua. Apa lagi ditunggu? Carilah titik itu... mulakan dengan Bismillahirrahmanirrahim.

:: MuTiaRa KaTa DaRi SeOrG SuaMi ::

BUAT ISTERI TERCINTA, kata-kata ini ku syahdukan buat mu, sebagai ingatan dalam kita melayari bahtera menuju ILLAHI :

* Wahai isteriku, janganlah engkau terlampau mencintaiku. Aku hanyalah sekadar makhluk yang tiada daya dan upaya. Aku tidak pernah bisa membelamu, kecuali kalau Allah mengurniakan kekuatan kepadaku.

* Aku tidak akan pernah mampu memberi nafkah kepadamu walau pun satu rupiah kecuali kalau Allah menitipkan rezeki kepadaku.

* Cintailah Allah Pemilik alam semesta ini. Sekiranya Allah mencintaimu, maka niscaya Dia akan memelihara dirimu walaupun aku jauh darimu. Sekiranya Allah menyayangimu, maka Dia pasti membela dan mencukupimu walaupun aku tidak berdaya untuk membela dan mencukupimu.

* Cintailah aku sekadar apa yang diperintahkan Allah kepadaku.


:: NaBi SuLaiMaN & SeeKoR SeMuT ::

Di zaman Nabi Allah iaitu Nabi Sulaiman berlaku satu peristiwa, apabila Nabi Sulaiman nampak seekor semut melata di atas batu, lantas Nabi Sulaiman merasa hairan bagaimana semut ini hendak hidup di atas batu yang kering di tengah-tengah padang pasir yang tandus.

Nabi Sulaiman pun bertanya kepada semut: " Wahai semut apakah engkau yakin ada makanan cukup untuk kamu".

Semut pun menjawab: "Rezeki di tangan ALLAH, aku percaya rezeki di tangan ALLAH, aku yakin di atas batu kering di padang pasir yang tandus ini ada rezeki untuk ku".

Lantas Nabi Sulaiman pun bertanya: " Wahai semut, berapa banyakkah engkau makan? Apakah yang engkau gemar makan? Dan banyak mana engkau makan dalam sebulan?"

Jawab semut: "Aku makan hanya sekadar sebiji gandum sebulan".
Nabi Sulaiman pun mencadangkan: "Kalau kamu makan hanya sebiji gandum sebulan tak payah kamu melata di atas batu, aku boleh tolong".

Nabi Sulaiman pun mengambil satu bekas, dia angkat semut itu dan dimasukkan ke dalam bekas, kemudian Nabi Sulaiman ambil gandum sebiji, dibubuh dalam bekas dan tutup bekas itu. Kemudian Nabi Sulaiman tinggalkan semut di dalam bekas dengan sebiji gandum selama satu bulan.

Bila cukup satu bulan Nabi Sulaiman lihat gandum sebiji tadi hanya dimakan setengah sahaja oleh semut, lantas Nabi Sulaiman menemplak semut:

"Kamu rupanya berbohong pada aku!...Bulan lalu kamu kata kamu makan sebiji gandum sebulan, ini sudah sebulan tapi kamu makan setengah".

Jawab semut: "Aku tidak berbohong, aku tidak berbohong, kalau aku ada di atas batu aku pasti makan apa pun sehingga banyaknya sama seperti sebiji gandum sebulan, kerana makanan itu aku cari sendiri dan rezeki itu datangnya daripada Allah dan Allah tidak pernah lupa padaku.

Tetapi bila kamu masukkan aku dalam bekas yang tertutup, rezeki aku bergantung pada kamu dan aku tak percaya kepada kamu, sebab itulah aku makan setengah sahaja supaya tahan dua bulan. Aku takut kamu lupa".

Peristiwa ini menginsafkan Nabi Allah iaitu Nabi Sulaiman, bertapa keyakinan seekor semut terhadap Penciptanya di dalam kehidupannya....bertapa teguhnya iman seekor semut kepada Penciptanya...

Bagaimana pula kita sebagai hamba yang lebih mulia daripada sekor semut, dikurniakan olehNya akal yang tidak dianugerahkan kepada hamba-hambanya yang lain melainkan hambanya yang bergelar manusia....tepuk dada, tanyalah iman...renungkan bersama-sama...mudah-mudahan kita mendapat pengiktibaran dari kisah di atas...wallahualam...


:: DiS PaTH... ::



Sometimes I feel so weak....find something missing from myself...
Finding a peace....looking for something free...
I'm still on this journey....finding something eternal...it's ALLAH...
HE was very close with me...find n still find....don't give up...


:: KeRaNa DIA LeBiH MenGeTaHui aPa Yg TerBaiK ::

KISAH DUA ORANG SAHABAT

Dua orang sahabat, seorang dari Pakistan dan seorang lagi orang British dalam perjalanan dari Lahore ke London atas urusan perniagaan. Mereka akan menaiki kapal terbang yang dijadualkan terbang jam 5:00pagi waktu tempatan.. Dek kerana solat Subuh adalah pada jam 4:20pagi, maka warga Pakistan telah bercadang untuk solat di lapangan terbang sebelum menaiki kapal terbang. Lagipun mereka masih boleh mendaftar masuk selewat-lewatnya pada jam 4:30pagi.

Ketika dalam perjalanan dari hotel ke lapangan terbang, tayar kereta yang mereka naiki telah bocor. Maka kerja-kerja pemasangan spare tyre(tayar simpanan dan bukannya perempuan simpanan, huhu), terpaksa dilakukan. Selesai memasang tayar simpanan, warga Pakistan mendapati jam telah menunjukkan pukul 4:20pagi dan ini bermakna telah pun masuk waktu Subuh. Maka dia telah solat di situ ketika sahabatnya dari British kurang bersetuju kerana mereka telah pun terlewat.

Malangnya, ketika sampai di lapangan terbang, kapal terbang telah pun berlepas. Maka mengomel la orang British tersebut dengan berkata:

"Sekarang kamu mohonlah pertolongan kepada Tuhan kamu. Aku rasa Tuhan kamu tidak akan dapat menolong kamu dalam hal dunia kamu. Sekarang, lihatlah betapa ruginya kita kerana sudah terlepas satu peluang perniagaan di London."

Sahabat dari Pakistan hanya tunduk kecewa dan berdoa dalam keadaan yang sedih,

"Ya Allah bantulah aku dan selamatkan aku dari fitnah orang yang bercakap besar"

Akhirnya, selepas berbincang panjang, mereka pulang kembali ke hotel.. Warga British tersebut terus merebahkan diri ke tilam dalam keadaan yang cukup kecewa.. Warga Pakistan pula hanya duduk lesu di sofa sambil menonton televisyen.. Tiba-tiba berita di televisyen memaparkan tragedi sebuah kapal terbang terhempas dan mengorbankan kesemua penumpang dan anak kapal.. Dan yang mengejutkan, kapal terbang tersebut adalah kapal terbang yang mereka patut naiki sebelum itu untuk ke London.

Sahabat dari Pakistan terus sujud syukur dan mengucapkan syukur kepada Allah kerana menyelamatkannya dari malapetaka tersebut. Sahabat warga British pula nyata terkejut dengan berita tersebut dan terus mengalirkan air mata..


***p/s : Janganlah kita terlalu sedih atau kecewa andai apa yang kita hendak...apa yang kita mahukan tidak dapat kita miliki...percaya dan yakinlah akan janji-janjiNYA....DIA tidak pernah memungkiri janji-janjiNYA...kecuali kita sebgai hamba-hambaNYA...jgn kita marah akan DIA akan apa y telah terjadi pada kita...DIA lebih mengetahui apa y terbaik buat setiap hamba-hambaNYA...dan pasti ada hikmah di sebalik setiap perkara y menimpa kita walaupun sepahit mana...sesukar mana perlu kita lalui....itulah ujian dalam kehidupan utk menguji keimanan kita terhadapNYA....seandai DIA kita jadikan sebgi tmpt bergantung...nescaya indahnya ujian hidup itu kerna hanya hamba-hambaNYA y yakin akan NYA akan merasai kemanisan dalam setiap ujian hidup....wallahualam...

:: SaHaBaT...TriMa KaSiH SeGaLa2nYa...(T_T) ::


*******************************************************************************************

Ku biar kalam berbicara
Menghurai maksudnya di jiwa
Agar mudah ku mengerti
Segala yang terjadi
Sudah suratan Ilahi

Ku biarkan pena menulis
Meluahkan hasrat di hati
Moga terubat segala
Keresahan di jiwa
Tak pernah ku ingini

Aku telah pun sedaya
Tak melukai hatimu
Mungkin sudah suratan hidupku
Kasih yang lama terjalin
Berderai bagaikan kaca
Oh teman, maafkanlah diriku

Oh Tuhan
Tunjukkan ku jalan
Untuk menempuhi dugaan ini
Teman, maafkan jika ku melukaimu
Moga ikatan ukhwah yang dibina
Ke akhirnya

Aku tidak kan berdaya
Menahan hibanya rasa
Kau pergi meninggalkan diriku
Redhalah apa terjadi
Usahlah kau kesali
Mungkin ada rahmat yang tersembunyi




***p/s : Diri yang lemah dan tak berdaya di atas ujian Yang Maha Esa..hambaMu Redha di atas ujian ini....sesungguhnya Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik buat hambaMu di duniaMU ini...semoga ujian ini menambahkan lagi ketakwaan dan kecintaanku kpd MU...terima kasih YA ALLAH...sungguh manis ujianMU...

:: KiSaH PuTeRi RaSulLuLLaH (SiTi FaTiMaH) ::

Gembira hatinya, gembiralah Rasulullah s. a. w. Tertitis air matanya, berdukalah baginda. Dialah satu-satunya puteri yang paling dikasihi oleh junjungan Rasul selepas kewafatan isterinya yang paling dicintai, Siti Khadijah. Itulah Siti Fatimah r. a., wanita terkemuka di dunia dan penghuni syurga di akhirat.

Bersuamikan Sayyidina Ali bukanlah satu kebanggaan yang menjanjikan kekayaan harta. Ini adalah kerana Sayyidina Ali yang merupakan salah seorang daripada empat sahabat yang sangat rapat dengan Rasulullah s. a. w., merupakan kalangan sahabat yang sangat miskin berbanding dengan yang lain.

Namun jauh di sanubari Rasulullah s. a. w. tersimpan perasaan kasih dan sayang yang sangat mendalam terhadapnya. Rasulullah s. a. w. pernah bersabda kepada Sayyidina Ali,"Fatimah lebih kucintai daripada engkau, namun dalam pandanganku engkau lebih mulia daripada dia."(Riwayat Abu Hurairah)

Wanita pilihan untuk lelaki pilihan. Fatimah mewarisi akhlak ibunya Siti Khadijah. Tidak pernah membebani dan menyakiti suami dengan kata- kata atau sikap. Sentiasa senyum menyambut kepulangan suami hingga hilang separuh masalah suaminya. Dengan mas kahwin hanya 400 dirham hasil jualan baju perang kepada Sayyidina Usman Ibnu Affan itulah dia memulakan penghidupan dengan wanita yang sangat dimuliakan Allah di dunia dan di Akhirat.

Bukan Sayyidina Ali tidak mahu menyediakan seorang pembantu untuk isterinya tetapi sememangnya beliau tidak mampu berbuat demikian. Meskipun beliau cukup tahu isterinya saban hari bertungkus-lumus menguruskan anak-anak, memasak, membasuh dan menggiling tepung, dan yang lebih memenatkan lagi bila terpaksa mengandar air berbatu-batu jauhnya sehingga kelihatan tanda di bahu kiri dan kanannya.

Suami mana yang tidak sayangkan isteri. Ada ketikanya bila Sayyidina Ali berada di rumah, beliau akan turut sama menyinsing lengan membantu Siti Fatimah menggiling tepung di dapur. "Terima kasih suamiku," bisik Fatimah pada suaminya. Usaha sekecil itu, di celah-celah kesibukan sudah cukup berkesan dalam membelai perasaan seorang isteri.

Suatu hari, Rasulullah s. a. w. masuk ke rumah anaknya. Didapati puterinya yang berpakaian kasar itu sedang mengisar biji-biji gandum dalam linangan air mata. Fatimah segera mengesat air matanya tatkala menyedari kehadiran ayahanda kesayangannya itu.

Lalu ditanya oleh baginda, "Wahai buah hatiku, apakah yang engkau tangiskan itu? Semoga Allah menggembirakanmu."

Dalam nada sayu Fatimah berkata, "Wahai ayahanda, sesungguhnya anakmu ini terlalu penat kerana terpaksa mengisar gandum dan menguruskan segala urusan rumah seorang diri. Wahai ayahanda, kiranya tidak keberatan bolehkah ayahanda meminta suamiku menyediakan seorang pembantu untukku?"

Baginda tersenyum seraya bangun mendapatkan kisaran tepung itu. Dengan lafaz Bismillah, Baginda meletakkan segenggam gandum ke dalam kisaran itu. Dengan izin Allah, maka berpusinglah kisaran itu dengan sendirinya. Hati Fatimah sangat terhibur dan merasa sangat gembira dengan hadiah istimewa dari ayahandanya itu. Habis semua gandumnya dikisar dan batu kisar itu tidak akan berhenti selagi tidak ada arahan untuk berhenti, sehinggalah Rasulullah s. a. w. menghentikannya.

Berkata Rasulullah s. a. w. dengan kata-kata yang masyhur, "Wahai Fatimah, Gunung Uhud pernah ditawarkan kepadaku untuk menjadi emas, namun ayahanda memilih untuk keluarga kita kesenangan di akhirat." Jelas, Baginda Rasul mahu mendidik puterinya bahawa kesusahan bukanlah penghalang untuk menjadi solehah.

Ayahanda yang penyayang terus merenung puterinya dengan pandangan kasih sayang, "Puteriku, mahukah engkau kuajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kau pinta itu?"

"Tentu sekali ya Rasulullah," jawab Siti Fatimah kegirangan.

Rasulullah s. a. w. bersabda, "Jibril telah mengajarku beberapa kalimah. Setiap kali selesai sembahyang, hendaklah membaca 'Subhanallah' sepuluh kali, Alhamdulillah' sepuluh kali dan 'Allahu Akbar' sepuluh kali. Kemudian ketika hendak tidur baca 'Subhanallah', 'Alhamdulillah' dan 'Allahu Akbar' ini sebanyak tiga puluh tiga kali."

Ternyata amalan itu telah memberi kesan kepada Siti Fatimah. Semua kerja rumah dapat dilaksanakan dengan mudah dan sempurna meskipun tanpa pembantu rumah. Itulah hadiah istimewa dari Allah buat hamba-hamba yang hatinya sentiasa mengingatiNya

:: aKu MaNuSia BiaSa ::

Aku manusia biasa
Penuh sifat mazmumah yang membelenggui diri
Dendam, marah, putus asa dan kecewa
Bukan itu yang aku impikan

Tapi aku ingat
Aku sememangnya tak layak
Untuk berkata dendam dan kecewa
Kenapa?

Aku kecewa
Untuk apa aku katakan aku kecewa?
Sedangkan usaha belom lagi aku lakukan
Imbas kembali detik kekasih Allah
Kembangkan syiar islam
Penuh onak dan duri
Dicaci dan dimaki sesuka hati
Tanpa rasa kecewa
Diajarkan jua umat manusia
Mencari hakikat ketuhanan yang Maha Esa
Agar berbahagia dunia dan akhirat
Untuk itu
Layakkah diriku ungkap kata 'kecewa'?

Dendam
Untuk apa aku berdendam
Hanya dek hati terguris
Oleh kata-kata yang menyakitkan
Atau perbuatannya yang kalampauan
Oh! Rugilah aku
Sedangkan Rasulullah
Hanya memaafkan umatnya
Lagi mendoakan
Mulia sungguh budi pekertinya
Tanpa perasaan dendam
Kepada sesiapa
Oh! Siapakah aku
Untuk berdendam?

Marah?
Lupakah aku pada hadith Rasulullah?
Daripada Abu Hurairah ra
Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
Bukanlah seorang yang kuat itu,
ialah orang yang kuat bergusti (tenaganya),
Tetapi, orang yang kuat itu
ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah
Tapi
Mengapa ia masih membelenggu diri
Bagaikan ada tali yang mengikatnya
Oh Tuhan
Syaitankah itu?
Ampuniku Ya Allah
Lindungilah diriku dari musuh-Mu

Oh Tuhanku
Aku hanya manusia biasa
Yang hina lagi dina
Yang penuh dosa kemaksiatan
Ampunilah aku
Permudahkan lah jalan-Mu
Bagiku juga umat manusia
Kejalan keredhaan-Mu

:: MuHaSaBaH DiRi ::



Apabila kita asyik termenung
memikirkan nasib diri di sini...
merenung jauh mereka di sana
hidup penuh keseronokan dan kegembiraan...
namun, kita masih tak sedar tentang hakikat

erti kebahagiaan yang sebenarnya...

Ramai orang...
tersalah sangka tentang maksud
ketenangan dalam hidupnya
selalu orang mengaitkan ketenangan itu
dengan faktor harta...
dengan faktor kekayaan...
Walaupun itu boleh jadi penyumbang
tetapi itu bukan segala-galanya

Betapa ramai orang yang berada dalam rumah yang besar
tidur di atas katil yang empuk
tetapi dia tidak lebih enak ataupun lenanya tidak nyenyak
Bahkan ada orang yang tidur di pondok buruk
kadang-kadang dia lebih lena dari kita

Ada orang yang berada di hadapannya hidangan yang hebat
lauk-pauk yang bagus
tetapi lidahnya tidak enak
lebih enak lagi orang yang makan kadang-kadang dengan
satu dua mata lauk...
tetapi dia lebih sedap dan selesa makannya
Kata Hamka: "lihatlah bagaimana Allah membahagi-bahagikan nikmat"

Semua orang sangka kalau orang itu ada rumah besar
ada makanan yang sedap
tentulah hidupnya bahagia dan tenang
Belum tentu!

[Tiada siapa mampu menghalang ketetapan Allah]

Jika Allah hendak memnberikan kebahagiaan kepada seseorang
Dia tidak boleh ditahan oleh apa-apa tangan sekalipun
Jika Allah menghalang kebahagiaan kepada seseorang
Dia tidak boleh dihulur oleh apa-apa tangan sekalipun
Jika Allah uruskan urusan kita
dan Allah tidak serahkan diri kita kepada kita
walaupun sekelip mata
dunia boleh berbuat apa-apa
tetapi mereka tidak boleh mencabar kebesaran kerajaan Allah
Jika Allah mengatur untuk kita apa yang orang sangka tewas
kita akan melihat kemenangan dari sisi Allah

Apa yang orang rasa rugi
Allah akan berikan keuntungan yang mana
jalan-jalan manusia tak sangka
tetapi Allah boleh mewujudkan keajaiban dalam kehidupan

[Apabila kita asyik mengeluh setiap kali ditimpa musibah...]

Tuan-tuan tengoklah dunia ni
kadang-kadang tuan-tuan
manusia dia hilang suatu benda ini daripada dunia
kadang-kadang macam dia hilang segala-galanya
saya nak sebut tuan-tuan
berapa banyak dalam hidup tuan-tuan telah melalui keperitan hidup?
Cuba ingat!
Ketika kita kena keperitan,
kita rasa kita tidak dapat keluar daripadanya
Tapi hari ini Allah telah keluarkan kita berada dalam keadaan yang baik

Ketika kita ditimpa musibah tertentu
Kita kata: "habislah aku kali ni"
tapi usia kita telah berjalan
Kita masih lagi hidup dan makan dan menikmati kurniaan Tuhan ini
Ketika kita kata: "Ya Allah... tolonglah aku,
Ya Allah... tolonglah aku, aku susah ya Allah"
hari ni kita pun telah lupa akan perkataan itu
dan kita lupa kadang-kadang untuk bersyukur
di atas pelbagai ranjang hidup yang telah Allah keluarkan kita daripadanya

Jom hayati bersama2 sedutan tazkirah ini....bersama dgn translate....
semoga kita dapat manfaat bersama-sama....wasalam...

:: JgN BerPuTuS aSa ::

"Ah!! Tensionnya!"

"Banyaknya masalah"

"Ada tak orang yang hidup tiada masalah?"

Satu demi satu persoalan mengetuk gegendang telinga saya, jika persoalan-persoalan itu mampu memberi kesan kepada gegendang telinga, pastinya gegendang telinga saya sudah berlubang sekarang! :)

Adakah manusia yang tidak punya masalah?

Bertanya persoalan yang seperti itu, seolah-olah kita bertanya: Adakah manusia hidup yang tidak bernafas?

Benar. Masalah sudah amat sinonim dengan diri seorang insan kerdil lagi hina bergelar manusia. Sedangkan Nabi dan para sahabat juga dicubit sayang oleh Allah, inikan pula kita manusia biasa...

Persoalannya bukan adakah manusia yang tidak ada masalah tapi lebih kepada bagaimana kita menghadapi permasalahan yang ada.

Jika kita cuba lari dari masalah percayalah masalah itu tidak akan pergi.

Berhadapanlah dengannya.

"Sebenarnya... Hidup bila tidak ada masalah jadi mendatar, jadi tidak ada kenangan yang hendak dikenang.. Jadi hambar." Sahabat yang saya kasihi melontarkan nasihat.

"Tapi kan bila ada masalah jadi susah hati, jadi sedih..." Saya menyambung.

"Memanglah, mana ada orang ada masalah suka hati je..."

Saya ketawa. Benar, masalah itu menjadikan hati menjadi murung tapi di sebalik kemurungan itu akan terselit pula kebahagiaan.

Apabila masalah itu telah selesai, percayalah kita pasti mampu tersenyum malah tertawa sewaktu mengenangkannya.

Maka,jangan sesekati berkata: "Oh Allah! Aku ada masalah yang besar!" Tapi berkatalah:

"Oh Masalah, Aku ada Allah yang Maha Besar!"

Allah Pasti Akan Membantu

"Macam mana ni..." Matanya berair, berserta esakan yang perlahan. Hujung tudungnya diambil sedikit buat mengesat air mata yang kian mengalir. Saya gusar. Melihatnya mengalirkan air mata membuat saya tidak keruan.

"Sabar..Sabar.."

Sergahan ustaz tentang hafazan kami membuatkan hati sahabat-sahabat sekelas menjadi kecut. Ah, takut ujian yang diberi tak dapat dijawab dengan baik, takut hafazan tersekat di tengah-tengah.

Memandang sahabat yang sedang menangis itu, entah kenapa secara tiba-tiba saya berasa sedikit tenang, seolah-olah terdengar-dengar janji Allah ;

"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa," (Al-Hajj :22)

"Ok, cepat cepat!" Ustaz memanggil.

Sahabat saya nan satu itu ke hadapan, bersedia dengan sebarang kemungkinan.

Beberapa minit berlalu....

Surah An-Naba' dan An-Naziat berjaya dilepasi.

Berjaya pula dia mendapat 10/10.

Oh Allah, betapa Engkau tidak pernah mengecewakan hambaMu yang berusaha!

Jangan berputus asa

"Saya rasa masalah saya ni dah tak ada jalan penyelesaian dah. Buntu."

Ingatkah kita pada firmanNya ;

"jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf : 87)

Jangan sesekali berputus asa. Masakan Allah menimpakan ujian dengan sia-sia, masakan Allah sengaja membuat kita sakit dan bersedih.

Sedangkan setiap penyakit itu ada ubatnya melainkan mati, masakan masalah yang kita hadapi langsung tidak punya jalan penyelesaian.

"Saya dah puas cuba macam-macam, tapi...tapi..begini juga."

Nah, lihat kembali dalam diri.. Segala keputusan yang diambil, adakah dikembalikan kepada Allah. Maksud saya, adakah kita redha, adakah segala keputusan dan tindakan yang kita ambil kita bertawakal kepada Allah atau kita merasa yakin dengan diri kita sendiri?

Hakikatnya...Allah timpakan ujian agar kita memuhasabah diri. Allah beri sakit untuk kita menghapus dosa, Allah beri kesusahan agar kita kembali padaNya.

Jika kita menyombong diri...termasuklah kita dalam kalangan orang yang rugi.

Jika kita tidak kembali pada Allah... Terbengkalailah masalah kita dengan seribu persoalan.

Kembalilah... Allah menantimu.

Berusaha dan kemudian serahkan urusanmu pada Allah.

Sungguh, Dia lebih Mengetahui!

Bangunlah, Bangkitlah, Berdirilah..Walau kamu terasa payah, walau kamu terasa seksa.. Kerana hakikatnya Allah akan membantumu. Pasti! Jangan diragui.

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Al-Imran : 159)

~#HeHeHe...(^-^)...#~