: : KeMaNiSaN SoLaT : :



Sungguh Indah Nikmat Solat
Andai Ia Dapat Kita Miliki
Bukan Mudah Mendapat Kemanisan Solat
Kalau Bukan Dari Hati Yang Murni

: : MuHaSaBaH DiRi : :


Kadang-kadang kita terfikir kenapa apa yang kita impikan tidak tercapai,
Kadang-kadang sukar bagi kita hendak menerima ketentuan Illahi,
Terlalu lemah kita sebagai umat yang bergelar manusia,
Terlalu kerdil untuk berfikir semua yang terjadi.

Mungkin kita terlalu banyak dosa,
Mungkin kita alpa dengan nikmat kurniaan Tuhan,
Sehinggakan kita lupa padaNya,
Sehinggakan kita dihukum sebegini.

Terduduk seketika diuji olehMu,
Termenung seketika merenung semua ini,
Terkeduk muka memikirkan keadaan,
Terfikir kita insan yang sangat lemah,
Terlalu lemah hamba mu ni Ya Allah.

Cuba fikir baru diuji sedikit sudah terduduk,
Cuba fikir kesusahan yang dilalui oleh para Rasul dan sahabat,
Cuba fikir kejayaan yang dimiliki oleh Baginda,
Cuba fikir kita baru diuji dengan masalah diri, keluarga n sahabat
Cuba fikir sejauh mana baru kita mencapai kejayaan.

RENUNGILAH BERSAMA-SAMA...

:: THiNkiNg ::


KeNaPa AkU DiUji ?
“ Apakah manusia itu mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “Kami telah beriman sedangkan mereka tidak diuji?Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta “
(Al-Ankabut : 2-3)

KeNaPa AkU TiDak DaPaT ApA YaNg AkU iDaManKaN ?
“…..boleh jadi kamu tidak meyenangi sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui “
(Al-Baqarah : 216)

KeNaPa UjiAn SeBeRaT INi ?
“ Allah tidak membebani seorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya….. “
(Al-Baqarah : 286)

KeCeWa ?
“ Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang yang beriman “
(Al-Imran : 139)

BaGaiMaNa HaRuS AkU HaDaPiNya ?
“ Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang kebajikan)dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh di medan perjuangan dan bersedia(dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu dengan Allah supaya kamu berjaya(mencapai kemenangan)”
(Al-Imran : 200)

“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah bert kecuali kepada orang-orang yang khusyuk “
(Al-Baqarah : 45)

ApA YaNg AkU DaPat DaRiPaDa SeMuA iNi ?

“ Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mahupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka…..”
(Al-Taubah : 111)

KePaDa SiaPa AkU BerHaRap ?
“ ….Cukup Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakal……“
(Al-Taubah :129)

AkU TiDaK DaPaT BerTaHan LaGi !!!
“…..dan janganlah kamu berputus asa dengan rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir “

:: Untukmu Teman ::


Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya

:: Qalam 1 ::


Puas aku berfikir...mengapa harus jadi begini, sungai yang tenang tiba-tiba dilanda ribut yang menganas, bertapa cepat air mengalir..tp pe kan daya kita merancang Tuhan yang menentukan...termenung aku memikirkan semua ni, mampukah aku menghadapi semua ini, di saat aku gembira aku diuji dgn dugaan..mampukah aku memikul tanggungjawab ini..terasa berat bahu ini..tp apakan daya..itu sudah menjadi takdir perjalanan hidup aku...akan ku kuatkan semangat melalui semua dugaan ini demi masa depan.

Aku memikirkan apa yang terjadi pada diri ini sebagai rahmat dari Illahi untuk menguatkan lagi ketakwaan aku kpd-Nya, mungkin apa y terjadi pada aku cuma perkara kecil, mungkin ada insan lain yang lebih menderita dari diri ini...lebih berat diuji oleh Allah...kita sebagai umat harus tabah melalui semua ini, yang pasti setiap kejadian pasti ada hikmah, cuma kita manusia biasa tidak dapat melihat semua itu, andai diberi izin oleh-Nya melihat semua itu, sudah pasti ramai yang mahu diri mereka diuji...ganjaran bg kesabaran, ketabahan, ketakwaan hanya Allah yang tahu..

"think positive if u in this situation!!!
u can through it!!!
"

:: Hujan Lagi ::


Alamak hujan lagi...
Abis la basah kuyup..
dah la x bawa baju hujan..
huhuhu...
boleh mandi hujan lagi...
dah lama x mandi hujan...
hehehe...
walaupun hujan kje ttp banyak..
hari2 boleh dikatakan banyak..
bila agaknya nk selesai semua nya..
emm...dah name kje kan so terima je lah

opss..kje x siap lagi..nnt bos marah hehehe

:: Keindahan Alam ::


Andainya ketenangan ini milki kita...
Bertapa aman nyer hidup...
Bahagia nyer hati...
Tenang menghadapi dugaan..
Lancar segala urusan... :)

:: Penat ::


Hari berlalu hari..aktiviti tetap sama, bangun pagi fikir pasal keje,siap2 g keje..
sampai awal, so duk melanggut kat depan ofis,tgu ofismate datang..
masuk terus on komputer, tulis kedatangan n fikir pasal keje mne y x siap lagi..
hari ni penat..penat fikirkan camne nak selesaikan masalah,
memudahkan keje n cepat siapkan keje..penat...memang penat..
sampai waktu rehat,pun x hirau...ni la keje gn cik komputer..
lagi x siap keje..duk 24 jam mengadap..klu dah time balik cepat2 kemas brg..
malas lagi nk fikir pasal kje..buat sakit kepala je..klu x nk bg tension..
hal keje jgn campur aduk kan dgn hal rumah...klu balik rumah tu..
relax jelah..sbb esok nk fikir pasal keje lagi..
tulah rutin harian otak ni berfungsi..penat..mmg penat...

:: #$*@?!zzz....TiReD ::


I wake up so early today...
and then i came to my ofis...
and finish all the jobs...

I don't know what time now...
but i feel so tired today...
until my eye feel so sleepy...

I push myself to stay up...
I don't want teach myself like that...
I must strong to through that path..

I can't to turn back...
with my spirit and family hope..
I must be strong..
Yes! Yes! Yes!...
U can do it...

Thanks to all my friend..
With your support..
U can through the path...
Your choice is not wrong..
It's your life NOW...

* sorry bahasa rojak..hehehe..

:: SeTiAp KeJaDiAn PaStI AdA HiKMaH ::


Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe .

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe . Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau maha tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe . Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe . Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.

Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe !" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, aitmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk. Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya??"

Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab
pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ..."

"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.

Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah! " pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"

"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah Master di Australia ingin sekali makan tempe , asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Ohh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"

So,,, ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Allah dijadikan seperti robot yang harus "mematuhi" perintah2. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sempurna.

:: HaRi TeRLuAnG ::


Sedar x sedar hari ni dah 5 April...
dah hampir sebulan aku bertapak di sini

bukan mudah nak bertanggungjawab pada amanah..
klu silap har bln.. xde pe y dpt..kosong je..

Tiba-tiba terlintas nak baca blog friend..
nak tgk camne perkembangan...
lagi pun bkn reti sgt nak majukan blog sendiri..
tu y curi idea friends punye.. heheheh...

Sebenarnya krg faham.. camne blog tu jd camtu..
jd camni..mcm2 btk de.. (ni kene majukan diri lagi ni..)

*sebenarnya ssh gak klu nk blaja sendiri
kne la usaha lbh sikit.. chayookk!chayookk!.. ..
u can do it...like ur friend do.. take ur time..


:: TiTiPaN Hati SeOrG InSaN ::


Kadang2 aku terfikir...

Ke mana arah tuju ku selepas ini..
Untuk aku mengapai impianku..
Terlalu jauh...
Hanya cukup sekadar angan2...
Yang mampu menguatkan semangat diriku..

Kadang2 terlintas di fikiran ku..
Sampai bila hidup aku terus begini...
Tiada kesudahan..
Melihat org berjaya..
Makin kuat azamku...

Kadang2 terdetik di hati..
Mengapa semua ini harus aku lalui...
Tiada tempat untuk berpaut..
Hanya kepada-Mu, Tuhan Yang Esa...

Kadang2 hati memujuk sendiri...
Sabar la..
Ini semua duagaan kepadamu..
Tuhan sayangkan mu..
Dan Tuhan tidak akan menduga tanpa sebab..
Hati ini terus berkata-kata..
Pasti ada HIKMAH disebalik setiap kejadian..
Bersabarlah...Berusahalah..Berdoalah..Bertawakallah...
KEPADAKU..nescaya AKU mendengarnya...
Setiap keluhan hati kecil mu itu...

Kesudahannya...
Aku pasrah dengan Takdir Ilahi..
Aku rela menanggung semua dugaanMu..
Aku redha dengan ketentuanMu..
Aku BERSERAH KepadaMU..
TUHAN YANG MAHA BERKUASA..

*****luahan hati seorg insan kerdil*****



:: # ApA ItU CiNtA # ::


Adakah tapak tangan kita berpeluh,
hati kita berdebar kencang dan suara kita tersekat di dada?
Itu bukan Cinta, itu SUKA.

Adakah kita tidak dapat melepaskan pandangan mata darinya?
Itu bukan Cinta, itu NAFSU.

Adakah kita menginginkannya kerana kita tahu ia ada di sana?
Itu bukan Cinta, itu KESEPIAN.

Adakah kita mencintainya kerana itulah yang diinginkan semua orang?
Itu bukan Cinta, itu KESETIAAN

Adakah kita tetap mengatakan kita menyintainya
kerana kita tidak ingin melukai hatinya?
Itu bukan Cinta, itu BELAS KASIHAN.

Adakah kita menjadi miliknya kerana pandangan
matanya membuat hati kita melompat?
Itu bukan Cinta, itu TERGILA-GILA.

Adakah kita memaafkan kesalahannya kerana kita
mengambil berat tentangnya?
Itu bukan Cinta, itu PERSAHABATAN.

Adakah kita mengatakan padanya bahawa setiap hari
hanya dia yang kita fikirkan?
Itu bukan Cinta, itu DUSTA.

Adakah kita rela memberikan semua perkara yang
kita senangi untuk kepentingan dirinya?
Itu bukan Cinta, itu KEMURAHAN HATI.
Tetapi...

Adakah kita tetap bertahan kerana campuran antara
kesakitan dan kegembiraan yang membutakan dan tak terfahami ...
menarik kita mendekati dan tetap bersamanya?
ITULAH CINTA.

Apakah kita menerima kesalahannya kerana itu
bahagian dirinya dan siapa dirinya?
Jika demikian, ITULAH CINTA.

Adakah kita tertarik dengan orang lain tapi
setia dengannya tanpa penyesalan?
Jika demikian, ITULAH CINTA.

Adakah kita menangis kerana kesakitannya walaupun saat itu dia kuat?
ITULAH CINTA.

Adakah hati kita sakit dan hancur ketika dia bersedih?
ITULAH CINTA.

Adakah hati kita gembira ketika dia berbahagia?
ITULAH CINTA.

Adakah matanya melihat hati kita dan menyentuh
jiwa kita begitu mendalam sehingga menusuk?
Yang demikian itulah namanya CINTA.

:: ???...Fikir La Sendiri.. ::

Emm...
jap pe yang nak difikirkan ye...

Boring nyer xde idea nak menulis..
Nantilah..tgu idea banyak baru post tau..
bye...bye..

:: Penat Nyer.... ::


Terlalu banyak keje kene selesaikan...
sampaikan tak terlarat nk siap kan..
sehinggakan tidak tahu
yang mane satu harus diselesaikn..
tapi bila fikirkan bali..
kita bekerja kerana Allah..
dan keje itu satu ibadah...
banyak pahala y kita perolehi
jika melakukan keje dgn ikhlas...
seandainya ibadah kita diterima..
syukur pada Illahi..
bertambah keimanan kita kepadaNya..

*mudah2an ibadahku diterima Allah*